Sabtu, 19 Oktober 2013

Penggunaan Imbuhan Asing


1.    Imbuhan  -Man, -Wan dan –Wati

Pembentukan
Fungsi
Makna
-man
Diletakkan pada kata yang berakhir dengan vocal –i, petunjuk jenis misalnya : budiman, seniman
a.    Kata dasar kata benda
seni ( kata benda)
seniman ( kata benda)
Budi ( kata benda)
Budiman ( kata benda)
1.    Orang yang ahli dibidang tertentu
a.    Pak Karyo adalh seorang seniman dari Yogyakarta.
b.   Orang yang budiaman akan disenangi banyak orang
-wan
Diletakkan pada kata yang berakhir dengan vocal selain –I, petunjuk jenis laki – laki misalnya : ilmuan, usahawan
b.   Kata benda  kata sifat
Sosial (kata sifat)
Sosiawan ( kata benda)
Cendikia (kata sifat)
Cendikiawan ( kata benda)
2.    Orang bermata pencaharian/perkerjaan dalam bidang tertentu
a.    Mochtar adalah seorang wartawan kawakan
b.   Pak hutalagung adalah usahawan sukses dalam penerbitan buku
-wati
Sejalan dengan akhiran –wan sebagi petunujk jenis perempuan, Misalnya : seniwati, peragawati

a.       Indah Kalalo adalah seorang peragawati tenar di Jakarta
b.      Angeliaque Wijaya adalah seorang olahragwan tenis.





















    2.    Imbuhan –I, -Wi dan –Lah
Imbuhan –I, -Wi dan –Lah berasal dari bahasa Arab.
Contoh : 
a.       Pandangan duniawi adalah paham yang hanya memikirkan, hal – hal yang sementara.
b.      Keindahan surgawi takdapat, dilukiskan dengan kata – kata.
    3.    Imbuhan –is, -isme, dan –isasi
1.       –is (dari bahasa Belanda) = “yang bersifat” atau “orang yang…”
Contoh : aktivis, teoritis dan gitaris
Fungsi : membentuk kata sifat atau kata benda
2.       –Isme (dari bahasa Belanda)= aliran atau paham
Contoh : Komunisme, feodalisme dan kapitalisme
Fungsi : membentuk kata benda
3.       –isasi (dari bahasa Belanda dan Inngris)= proses
Contoh :  standarisasi, mobilisasi dan urbanisasi
Fungsi : membentuk kata benda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar