1. Imbuhan -Man, -Wan dan –Wati
Pembentukan
|
Fungsi
|
Makna
|
|
-man
|
Diletakkan pada kata
yang berakhir dengan vocal –i, petunjuk jenis misalnya : budiman, seniman
|
a. Kata
dasar kata benda
seni ( kata benda)
seniman ( kata benda)
Budi ( kata benda)
Budiman ( kata benda)
|
1. Orang
yang ahli dibidang tertentu
a. Pak
Karyo adalh seorang seniman dari Yogyakarta.
b. Orang
yang budiaman akan disenangi banyak orang
|
-wan
|
Diletakkan pada kata
yang berakhir dengan vocal selain –I, petunjuk jenis laki – laki misalnya :
ilmuan, usahawan
|
b. Kata
benda kata sifat
Sosial (kata sifat)
Sosiawan ( kata
benda)
Cendikia (kata
sifat)
Cendikiawan ( kata
benda)
|
2. Orang
bermata pencaharian/perkerjaan dalam bidang tertentu
a. Mochtar
adalah seorang wartawan kawakan
b. Pak
hutalagung adalah usahawan sukses dalam penerbitan buku
|
-wati
|
Sejalan dengan
akhiran –wan sebagi petunujk jenis perempuan, Misalnya : seniwati, peragawati
|
a.
Indah Kalalo adalah seorang peragawati tenar
di Jakarta
b.
Angeliaque Wijaya adalah seorang olahragwan
tenis.
|
|
2. Imbuhan –I, -Wi dan –Lah
Imbuhan –I, -Wi dan –Lah berasal dari
bahasa Arab.
Contoh :
a.
Pandangan duniawi
adalah paham yang hanya memikirkan, hal – hal yang sementara.
b.
Keindahan surgawi
takdapat, dilukiskan dengan kata – kata.
3. Imbuhan –is, -isme, dan –isasi
1.
–is (dari bahasa Belanda) = “yang bersifat” atau
“orang yang…”
Contoh : aktivis, teoritis dan gitaris
Fungsi : membentuk kata sifat atau kata benda
2.
–Isme (dari bahasa Belanda)= aliran atau paham
Contoh : Komunisme, feodalisme dan kapitalisme
Fungsi : membentuk kata benda
3.
–isasi (dari bahasa Belanda dan Inngris)= proses
Contoh : standarisasi, mobilisasi
dan urbanisasi
Fungsi
: membentuk kata benda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar